Apa itu Pivot Point?

User Rating: / 14
PoorBest 

Pivot point adalah teknik yang dikembangkan oleh para pialang saham di lantai bursa, yang dapat membantu kita melihat dimana letak suatu level harga secara relatif terhadap situasi dan dinamika pasar yang terjadi sebelumnya.

Sesuai dengan arti katanya, pivot point berarti titik atau batas dimana suatu pergerakan harga akan berbalik arah. Dalam forex, pivot point adalah level dimana sentimen pasar berubah dari 'bullish' (naik) menjadi 'bearish' (turun) atau sebaliknya. Pivot point bersifat seperti support atau resistance, harga yang bergerak mendekati titik ini akan mendapat perlawanan dan akan berbalik arah. Tetapi jika harga berhasil menembus dan bergerak melewati titik ini, pergerakan itu akan berlanjut terus hingga mencapai pivot point berikutnya.

Para trader profesional seringkali menggunakan pivot point ini untuk mengidentifikasi level-level support dan resistance yang penting. Secara sederhana dapat dikatakan, pivot point dengan semua level-level support dan resistance-nya adalah wilayah dimana arah pergerakan mata uang memili kemungkinan untuk berubah.

Pivot point terutama sangat bermanfaat bagi para trader harian yang sering memanfaatkan gerakan-gerakan kecil yang terjadi di pasar untuk meraih keuntungan. Pada kondisi pasar 'range-bound' pivot point digunakan untuk memperkirakan batas atas da batas bawah gerakan mata uang, sedangkan pada pasar yang trending pivot point digunakan untuk memperkirakan level dimana harga akan bergerak lepas (breakout).

Menghitung Pivot Point

Pivot point dan level-level resistance serta support-nya dihitung dengan menggunakan harga-harga pembukaan, tertinggi, terrendah, dan penutupan dari sesi trading sebelumnya. Karena pasar forex aktif terus-menerus selama 24 jam, trader menggunakan patokan penutupan pasar New York (21.00 GMT) sebagai patokan waktu penutupan bursa mata-uang.

Pivot point dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Pivot point = (High + Low + Close) / 3

Sedangkan level support dan resistance dihitung sebagai berikut:

Support pertama (S1) = (2*PP) - High

Resistance pertama (R1) = (2*PP) - Low

Support kedua (S2) = PP - (high - Low)

Resistance kedua (R2) = PP + High - Low)

Pada umumnya anda tidak perlu repot-repot menghitung ini, software chart yang disediakan oleh broker biasanya memiliki fasilitas untuk menghitung pivot point ini.

Ada banyak software malah memberikan tidak hanya ke-5 titik tersebut tapi lebih jauh lagi menambahkannya dengan support dan resistance ketiga (S3 & R3). Memang titik-titk tambahan itu sudah tidak signifikan seperti kelima titik yang utama, tapi tidak salah juga kalau diikutkan sebagai pelengkap.

Trading dengan Pivot Point

Pivot point adalah daerah harus mendapat perhatian saat melakukan analisa pasar karena pivot point ini adalah level support atau resistance yang paling signifikan. banyak trader berpengalaman menunggu di level ini untuk melakukan transaksi.

Pada saat harga bergerak mendekati pivot point banyak trader yang mulai masuk pasar untuk mengambil posisi, beli ataupun jual, dan menetapkan target keuntungan (take profit) serta batas kerugian (stop loss). Secara umum jika harga berada di atas pivot, maka pasar dianggap bullish (naik). Sebaliknya jika harga berada di bawah pivot, pasar dikatakan bearish (turun).

Apabila harga tertahan di bawah pivot point (PP) dan ditutup pada level tersebut, hal itu merupakan alasan yang cukup baik untuk mengambil posisi ;jual' dengan stop-loss beberapa point di atas PP dan target profit di sekitar S1.

Akan tetapi jika harga bergerak turun terus dan menembus S1, dari pada menutup transaksi anda dapat memindahkan 'stop-loss' beberapa point di atas S1 dan meletakkan target profit berikutnya pada S2. Biasanya S2 adalah level terrendah dari pergerakan mata uang harian dan menutup transaksi pada level ini adlah langkah yang bijaksana.

Hal yang sebaliknya terjadi apabila harga berada di atas pivot point dan ditutup pada level itu. Anda bisa mengambil posisi beli dengan stop-loss di bawah pivot point dan target profit beberapa point di bawah R1. Tapi apabila harga naik dengan kuat dan menembus R1, stop-loss bisa dinaikkan dan ditempatkan di bawah R1 sementara itu target profit bergeser ke level R2.

Kekuatan dari support dan resistance pada berbagai pivot level ditentukan oleh berapa kali suatu harga mencapai level itu dan kemudian berbalik arah.

Semakin sering harga mencapai level itu dan kemudian berbalik arah maka semakin kuat pivot level tersebut.

Jika pergerakan harga bergerak naik mendekati resistance, anda bisa mengamati kapan harga akan berbalik arah turun. Saat harga bergerak turun anda bisa mengambil posisi jual dengan stop-loss ada di atas resistance. Tapi adakalanya gerakan naik ini cukup kuat dan resistance dapat tertembus sehingga stop-loss anda terkena. Ini adalah resiko dalam forex. Tapi apabila gerakan itu anda percaya begitu kuat, anda bisa mengambil posisi beli saat harga menembus resistance. Pada kondisi ini resistance berubah menjadi support sehingga anda bisa memasang stop-loss di bawah level support yang baru (yaitu yang sebelumnya adalah resistance). Dengan cara ini kerugian yang anda alami pada transaksi awal dapat tertutupi keuntungan yang anda raih pada transaksi kedua.

Hal yang serupa bisa anda lakukan jika harga bergerak turun mendekati support. Saat harga mulai berbalik arah dan bergerak naik anda dapat melakukan transaksi beli dengan stop loss di bawah garis support.

Pivot Points dan Kondisi Trading Sesungguhnya

Pivot point seringkali berhasil karena ada banyak trader yang juga percaya pada teori ini dan menetapkan pivot point pada level yang kurang lebih sama. Sehingga saat harga bergerak mendekati level ini ada banyak trader yang mengambil reaksi yang serupa sehingga harga cenderung berbalik arah.

Tapi bagaimanapun ada banyak kasus dimana pivot point tidak berhasil sama sekali. Biasanya ini terjadi saat ada data atau berita fundamental yang membuat harga cenderung bergerak dengan trend yang kuat dan para trader banyak yang mengabaikan segala bentuk resistance dan support.

Oleh karena itu apapun kondisinya tidak ada strategi yang lebih baik dari pada ini: ikuti trend yang terjadi di pasar. Jadi apabila kondisi pasar normal dan harga bergerak dalam batasan support dan resistance, lakukan transaksi dengan mengikuti pola itu. Demikian juga jika terjadi trend yang kuat dan harga bergerak ke satu arah, lupakan soal support dan resistance, ikuti saja trend.

Tips Penggunaan Pivot Point

Penggunaan pivot point dalam saham/forex cukup luas dan teorinya banyak berhasil karena banyak trader dan investor yang menggunakannya. Tapi dalam prakteknya ada cukup banyak varian dalam menentukan titik-titik ini sekalipun garis besarnya kurang lebih sama.

Salah satunya adalah varian penghitungan support dan resistance, yaitu dengan mengambil titik tertinggi (high) dan titik terrendah (low) dari dua sesi sebelumnya. Sementara itu perhitungan pivot point tetap menggunakan rumusan standar. Dengan demikian titik-titk pivot point yang dipakai adalah:

  • LOPS1, low of the previous session (titik terrendah sesi H-1).
  • HOPS1, high of the previous session (titik tertinggi sesi H-1).
  • LOPS2, low of the session before the previous session
    (titik terrendah H-2).
  • HOPS2, high of the session before the previous session
    (titik tertinggi H-2).
  • PP, pivot point.

Level-level ini lebih menggambarkan kodisi support dan resistance yang ada dipasar dibandingkan dengan support dan resistance yang diturunkan dari rumus matematis.

  • Jika harga diperdagangkan di atas PP, maka kemungkinan harga ada dalam trend naik. Jika harga diperdagangkan di atas HOPS1 atau HOPS2, maka harga sedang dalam trend naik. Strategi trading yang menguntungkan adalah posisi beli.
  • Sebaliknya jika harga diperdagangkan di bawah PP maka ada kemungkinan terjadi trend turun. Jika harga ada di atas LOPS1 atau LOPS2, maka harga sedang dalam trend turun. Pada kondisi ini strategi terbaik adalah posisi jual.

Latar belakang psikologis yang ada pada pendekatan ini cukup sederhana saja. Jika karena satu dan lain hal harga tidak berhasil melampaui suatu level tertentu pada sesi sebelumnya, maka level tersebut cenderung akan menjadi pertimbangan para trader dalam memperhitungkan support dan resistance. Ada kemungkinan cukup besar level tersebut sulit ditembus dan harga berbalik arah.

Penetapan level-level pivot point dengan cara ini dapat diterapkan pada kondisi harga yang trending maupun datar (sideways). Di bawah ini beberapa tips yang dapat membantu anda untuk mengambil keputusan berdasarkan pemetaan pasar dengan menggunakan pivot point:

  • Jika harga ada di PP, perhatikan kemungkinan gerakan menuju R1 atau S1.
  • Jika harga ada di R1, perhatikan kemungkinan harga berbalik arah ke PP atau gerakan berlanjut ke R2.
  • Jika harga ada di S1, perhatikan kemungkinan harga berbalik arah ke PP atau gerakan harga berlanjut ke S2.
  • Jika harga ada di R2, perhatikan kemungkinan harga bergerak kembali ke R1 atau berlanjut ke R3.
  • Jika harga ada di S2, perhatikan kemungkinan harga bergerak kembali ke S1 atau berlanjut ke S3.
  • Jika tidak ada berita atau faktor fundamental yang signifikan, harga biasanya bergerak dari PP ke S1 atau R2 dan berbalik lagi.
  • Jika ada berita atau faktor fundamental yang signifikan, harga biasanya cenderung menembus R1 menuju R2, atau bahkan R3 jika trend naik. Dan pada trend turun harga cenderung menembus level S1 menuju S2, atau bahkan S3.
  • Dalam kondisi normal S3 dan R3 merupakan batas maksimum pergerakan harga yang mungkin pada satu sesi trading. Level ini hanya tertembus jika terjadi kondisi ekstrem di pasar mata uang.

Comments  

 
0 # asef 2012-01-12 07:38
makasih infonya mas, bisa ga teory ini di terapkan di forex trading ya mas..???
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # Roni 2013-12-10 11:21
Teori ini sangat bisa diterapkan di forex, namun biasanya di forex ada 2 titik tambahan, yaitu R3 dan S3, sehingga terdapat 7 titik. Search aja di google indicator Daily Pivot MT4.

Roni
Forexcashback.co.uk
Pusatrebate.com
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # heri 2012-05-23 20:00
sip infonya,,, apabila pergerakan harga berada di tengah2 PP & S1/R1, apa yang sebaiknya dilakukan oleh seorang trader? Mohon pencerahanya,te rimakasih
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # Roni 2013-12-10 11:25
Pada non-trending market (jika tidak ada news release), biasanya harga akan bergerak dari R1 ke S1 melalui pivot dan sebaliknya.

Roni
http://forexcashback.co.uk
http://pusatrebate.com
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
+1 # #armand 2012-10-24 14:19
[censored],than ks bgt,sangat menambah wawasan trade saya....terima kasih.....boleh berguru ga??????
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # Roni 2013-12-10 11:27
Terima aksih infonya, sangat ebrguna sekali.


Roni
Cashback Rebate All Broker
http://forexcashback.co.uk
http://pusatrebate.com
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # Orangbiasaji 2014-04-11 01:56
Disini sy sudah bs mengerti pivot poin, dri kemarn bingung nya hehehe. skaligus cara menghitungnya dan pentingnya menggunakan PP .. thanks mas :d
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Jajak Pendapat

Pendapat Anda Tentang Situs Ini?

Who's Online

We have 21 guests online

Statistik

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1070
mod_vvisit_counterYesterday2958
mod_vvisit_counterThis week1070
mod_vvisit_counterLast week25205
mod_vvisit_counterThis month108439
mod_vvisit_counterLast month109454
mod_vvisit_counterAll days5649610

We have: 14 guests, 7 bots online
Your IP: 54.211.1.204
 , 
Today: Aug 31, 2014